Senja
menutup kelam,
kelam
akan dendam amarah.
Sore
itu senja masih disini
Menemaniku
dengan secangkir teh
Indahnya...
Nyamannya...
Satu, dua, tiga...
Waktu
mengejar cepat
Kini,
mentari terbaring di ranjang kesunyian
Tergantikan
oleh rembulan
Aku ingin bertemu senja
Tapi
kapan? Kapan?
Sampai
kapan harus menunggu?
Mungkinkah...
Kala
senja kedua datang kembali
Dan
malam nanti aku telah mati
terkubur
dinginnya malam yang menyayat ini

0 komentar:
Posting Komentar