Senin, 27 Mei 2013

Senja Kedua

Senja menutup kelam,
kelam akan dendam amarah.
Sore itu senja masih disini
Menemaniku dengan secangkir teh
Indahnya... Nyamannya...

Satu, dua, tiga...
Waktu mengejar cepat
Kini, mentari terbaring di ranjang kesunyian
Tergantikan oleh rembulan

Aku ingin bertemu senja
Tapi kapan? Kapan?
Sampai kapan harus menunggu?
Mungkinkah...
Kala senja kedua datang kembali
Dan malam nanti aku telah mati 
terkubur dinginnya malam yang menyayat ini


0 komentar:

Posting Komentar