Jumat, 06 Maret 2015

Aku dan Valentine (Edisi Telat)


Hai readers, hari ini tepat tujuh hari memasuki bulan Maret lho *nggak ada yang nanya*. Kegiatan sekolah hari ini, sekolah mengadakan UTS Semester Genap bagi siswa kelas X dan XI (baca: sepuluh dan sebelas), sedangkan untuk kelas XII (baca: dua belas) diadakan Try Out Online. Sejarah seumur hidup nih. Baru pertama ini kami mengadakan try out online. Biasanya juga online sih, tapi hanya untuk tugas, ulangan harian, tes dan sebangsanya. Pernah sekitar beberapa minggu lalu, diadakan try out online namun dalam pelaksanaannya kurang maksimal. Tapi, try out kali ini benar-benar lancar pake banget >,< alias lancar banget. Senang deh. Jadi bagi kalian adik-adik SMP kelas 9 yang sedang mencari sekolah, ayo daftar ke SMA Negeri Mojoagung dan siapkan diri kalian memasuki dunia IT (baca: Ilmu Teknologi) SMANEMA :D

Oke, lupakan sejenak promosi diatas. Kita masuk postingan yang ke-11.


Nggak kerasa kan, udah bulan Maret, iya sama. Rasanya bulan Februari itu cepat berlalu ya. Salah satu hal yang ditunggu-tunggu di bulan Februari adalah tanggal 14 Februari. Ada apa? Yup, Valentine. Biasa aja sih Valentine itu, dan menurut aku pribadi malah nggak ada istimewanya. Yah, mungkin karena itu bukan merupakan budaya kita untuk merayakannya kali ya. Ada yang kecewa aku nggak posting pas tanggal 14 Februari?? Nggak ada sih kayaknya. Bagi kalian yang kecewa, maaf ya. Bagi yang nggak kecewa, makasih kalian bisa bertoleransi sama aku, dan bagi yang nggak peduli, sini aku tabok. Hahaha, bercanda kok. Buat yang nggak peduli, makasih ya udah nggak peka, wkwkwk…

VALENTINE.

Emang telat banget kalo ngomongin Valentine sekarang. Tapi nggak apa lah ya. Soal Valentine, aku punya kenangan yang rada nggak enak sih sama Valentine. Sekitar empat tahun lalu, aku suka sama seseorang dan pas hari Valentine aku beri dia coklat. Iya, diem-diem. Dia nggak tau kalau aku yang ngasih. Aku taruh coklat itu di sepeda dia dan menunggu berita apa yang terjadi besok. Singkat cerita, besoknya aku dengar cerita temen, kalau coklat yang aku beri itu, dibuang sama dia. Aku lihat, ternyata betul. Coklat itu ada ditanah tepat dimana sepeda dia diparkirkan waktu itu. Coklat itu telah disambut hangat oleh hewan kecil yang bernama semut. Banyak semut yang makan coklat itu. Alhamdulillah masih bisa berbagi dengan mereka. Coklat itu aku pungut lagi, aku hanya bisa termenung dan bertanya “Kenapa?” T_T Wah, terlalu menyedihkan ya. Iya, sedih sih. Kecewa. Rasanya pengen nangis, tapi ya bagaimana lagi. Ya sudah, terima saja. Akhirnya, aku putuskan move on. Mungkin bukan dia orang yang tepat. Bukan kali itu saja kok aku berusaha deket sama dia. Tapi itulah akhir yang menjelaskan semuanya. Bukan karena kejadian itu juga sih aku jadi pasif dengan adanya Hari Valentine. Emang dari dulu juga nggak tertarik sama Valentine. Kebetulan saja waktu itu aku mau memberi coklat ke dia. Sebelum itu, waktu SD (baca: Sekolah Dasar) aku juga sempat merayakan Valentine. Tapi aku merayakannnya sama adik perempuanku yang umurnya beda 3 tahun dari aku. Pas Hari Valentine, kita saling tukar hadiah, dan aku masih inget dia ngasih aku mainan bongkar pasang. Ada yang tau nggak. Mainannya itu yang dari kertas, ada gambar orang, sama baju-nya, plus gambar makanan dan alat kosmetik gitu. Itu permainan cewek yang populer pas aku SD. Aku ngasih dia, apa ya?? Lupa sih, tapi masih taraf anak SD gitu hadiahnya. Bongkar pasang juga kali ya. Nggak tau lah. Yah, namanya juga anak kecil. Kan nggak tau Valentine itu kayak apa. Tapi malah yang kayak gitu itu yang bagus lho. Dari pada ngasih sama orang yang nggak tentu bakal sama kita terus. Lebih baik merayakan bersama keluarga yang selalu ada untuk kita. Iya kan.

Oke, itu sekilas tentang aku dan Valentine (dan sedikit promosi sekolah). Ketemu lagi di posting berikutnya. See you :)


Yang biasa aja sama Valentine,




                Penulis blog

0 komentar:

Posting Komentar